Jakarta, Kondusif – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada Selasa (18/3), anjlok hingga 5,02 persen ke level 6.146. Kejatuhan ini memicu trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 WIB, sebagai upaya menenangkan pasar.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menilai situasi ini membutuhkan respons cepat dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang lebih simpatik dan dialogis agar sentimen negatif tak semakin memperburuk keadaan.
“Benahi gaya komunikasi publik. Ajak semua komponen, terutama pengusaha besar, untuk menyelamatkan pasar keuangan kita. Jika Presiden turun tangan langsung, ini bisa mengembalikan kepercayaan pasar,” ujar Said pada Selasa (18/3). Ia juga menyebut nama Ray Dalio, investor ternama yang kini terlibat di Danantara untuk turut membantu stabilisasi pasar.
IHSG : Tekanan di Pasar Keuangan, Namun Ekspor Tetap Kuat
Selain pasar saham, rupiah juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS, menyentuh Rp16.465 per USD pada sesi perdagangan pertama pukul 12.00 WIB. Namun, Said menilai penurunan 1,1 persen secara year to date masih dalam batas wajar.
Di sisi lain, sektor perdagangan menunjukkan tren positif. Data BPS Februari 2025 mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD 21,98 miliar, naik 2,58 persen dibanding Januari 2025 dan tumbuh 14,05 persen dibanding Februari tahun lalu. Neraca perdagangan juga tetap surplus USD 3,12 miliar atau sekitar Rp 51,07 triliun.
Said menegaskan bahwa reformasi fiskal yang tengah berjalan dapat menjadi jaminan keberlangsungan fiskal jangka panjang. Hal ini diharapkan mampu menepis keraguan investor, terutama dalam melihat Surat Utang Negara (SUN) sebagai instrumen investasi yang tetap menarik.
Otoritas Bursa Diminta Tak Panik Berlebihan
Politikus PDIP itu mengingatkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tidak bereaksi berlebihan yang justru bisa memicu kepanikan pasar. “Cermati situasi satu atau dua hari ke depan sebelum mengambil keputusan drastis,” katanya.
Said juga menyoroti pentingnya memperluas basis investor, khususnya di sektor ritel dan produk syariah, agar pasar saham Indonesia lebih kuat dalam menghadapi guncangan. Ia mengimbau pihak-pihak di luar otoritas bursa untuk tidak mengambil langkah-langkah yang justru semakin memperkeruh keadaan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama perwakilan Komisi XI DPR RI, turun langsung ke Gedung BEI di Jakarta Selatan untuk memastikan pasar tetap terkendali.
Setelah trading halt dicabut, IHSG mulai merangkak naik pada pukul 13.40 WIB ke level 6.153. Saat bursa ditutup, indeks kembali stabil di level 6.223, menandakan pasar mulai merespons langkah-langkah pemulihan dengan lebih tenang.


















