Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar pada malam penuh berkah ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk merefleksikan makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ustadz Muhamad Rifa’i, Direktur PT Media Kondusif Pratama, yang menyampaikan ceramah penuh makna bertema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup.”
Dalam ceramahnya, Ustadz Muhamad Rifa’i mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam setiap aspek kehidupan.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, diamalkan, dan diajarkan kepada generasi penerus,” kata dia, di Masjid Al-Assary Desa Nasol Cikoneng Ciamis, Minggu (16/3/2025)
Makna Peringatan Nuzulul Qur’an
Kemudian, dia menjelaskan bahwa Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.
Lalu, diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril selama 23 tahun.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan,” (QS. Al-Qadr: 1).
“Turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr menandakan betapa mulianya malam tersebut, lebih baik dari seribu bulan. Ini menjadi bukti nyata betapa besar keberkahan Al-Qur’an bagi umat manusia,” ungkapnya.
Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup
Menurutnya, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai panduan bagi umat manusia untuk menjalani kehidupan dengan benar. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 2:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
“Al-Qur’an adalah solusi atas segala permasalahan hidup. Ketika kita menjadikannya pedoman, hidup kita akan terarah dan terhindar dari kesesatan,” tambahnya.
Empat Cara Mengamalkan Al-Qur’an
Lebih lanjut, dalam ceramah itu, ustadz Rifa’i juga mengingatkan empat langkah utama untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, membaca dan Menghafal Al-Qur’an
Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an, hati menjadi juga lebih tenang dan hidup penuh berkah.
Lalu, memahami Makna dan Tafsirnya
Kita harus memahami makna dan tafsir Al-Qur’an, bukan hanya membacanya, agar bisa mengaplikasikan pesannya dalam kehidupan.
Selanjutnya, mengamalkan dalam Kehidupan
Al-Qur’an juga harus menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam beribadah, bermuamalah, hingga menjalankan kewajiban sosial.
Terkahir, mengajarkan kepada Orang Lain
Sebagai umat Islam, kita juga wajib menyebarkan ajaran Al-Qur’an kepada keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar.
Pelajaran Berharga dari Nuzulul Qur’an
Kemudian, dia juga menekankan tiga pelajaran utama dari peristiwa Nuzulul Qur’an.
1. Al-Qur’an adalah Mukjizat Terbesar – Keaslian Al-Qur’an tetap terjaga sejak diturunkan hingga akhir zaman.
2. Al-Qur’an adalah Sumber Cahaya – Siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an akan mendapatkan cahaya dalam hidupnya.
3. Al-Qur’an adalah Penyembuh – Allah menyebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 82 bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi hati yang keras dan penawar bagi jiwa yang gelisah.
Momentum untuk Meningkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an
Mengakhiri ceramahnya, Ustadz Rifa’i juga berpesan agar peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam setiap langkah kehidupan, membaca dan memahaminya setiap hari, serta mengamalkannya dalam keseharian kita. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan syafaat dari Al-Qur’an di hari kiamat,” tutupnya.
Selanjutnya, acara peringatan Nuzulul Qur’an ini diakhiri dengan doa bersama dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang membuat suasana semakin khidmat.
Jamaah yang hadir terlihat antusias dan terinspirasi untuk lebih mendalami ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan mereka sehari-hari.


















