Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ – Rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1446 H tingkat Kabupaten Ciamis kembali digelar, kali ini di Eks Kewadanan Panumbangan, tepatnya di Masjid Besar Syech Dzul Iman Panjalu, pada Kamis (14/03/2025) malam.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, Ketua DPRD Ciamis H. Nanang Permana, Kapolres Ciamis AKBP Akmal, Dandim 0613/Ciamis, Kejari Ciamis, Ketua PN Ciamis, Ketua PA Ciamis, Sekda Kabupaten Ciamis beserta unsur SKPD, anggota DPRD, para camat, kepala desa se-Eks Kewadanaan Panumbangan, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari bencana akibat cuaca ekstrem, permasalahan sampah, hingga kondisi ekonomi daerah. Menurutnya, ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab bencana alam, seperti banjir dan longsor.
“Alam ini sudah tidak ramah karena manusia semakin rakus. Pepohonan yang seharusnya dibiarkan tetap berdiri malah ditebang, dan setelahnya mereka tidak menanam kembali. Akibatnya, daya serap air berkurang dan bencana pun terjadi,” ujarnya.
Selain deforestasi, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan juga menjadi perhatian. Bupati mencontohkan bagaimana saat dirinya dalam perjalanan ke Panjalu, ia melihat air meluap ke jalan akibat gorong-gorong tersumbat sampah.
“Kita harus lebih serius menangani sampah. Sekarang, sudah ada bank sampah di tiap desa. Itu harus kita optimalkan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupaten Ciamis telah meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai daerah terbersih di Jawa Barat. Namun, menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat.
“Banyak kota besar yang menganggarkan ratusan miliar untuk kebersihan. Ciamis bisa meraih Adipura Kencana hanya dengan kebersamaan dan tekad yang kuat. Sampah yang di kota lain menjadi bencana, di Ciamis justru bisa menjadi sumber ekonomi,” jelasnya.
Di bidang ketertiban lalu lintas, Bupati menyoroti maraknya pengendara yang tidak menggunakan helm dan masih memakai knalpot brong. Ia meminta Polres Ciamis terus melakukan penertiban dengan cara yang humanis.
“Dulu, pengendara motor tidak berani melintas di depan Pendopo tanpa memakai helm. Sekarang, banyak yang mengabaikan keselamatan. Saya apresiasi Polres Ciamis yang sudah menindak pelanggaran ini,” katanya.
Terkait ekonomi daerah, Bupati menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis yang hanya sekitar Rp360 miliar, jauh di bawah Kabupaten Bogor yang mencapai Rp6 triliun. Menurutnya, untuk meningkatkan PAD, ada dua cara, yaitu menaikkan pajak atau menggali potensi daerah.
“Kami tidak ingin membebani masyarakat dengan menaikkan pajak, karena ekonomi masih dalam pemulihan pasca-COVID. Maka, kita harus fokus menggali potensi daerah, terutama sektor pertanian dan pariwisata,” jelasnya.
Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Ciamis agar lebih maju dan mandiri.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kita harus bekerja sama, saling bahu-membahu, menggali potensi yang ada demi kesejahteraan bersama,” tandasnya.***


















