Ciamis, Kondusif – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan infrastruktur dan fasilitas publik guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Namun, dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, setiap daerah diwajibkan untuk meriviu kembali beberapa item pekerjaan, guna terlakaana efisiensi dalam berjalannya pemerintahan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melaksanakan tender proyek konstruksi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, yang bersifat mendesak saja sesuai kebutuhan. Di bawah ini, dua item proyek dengan nilai di atas Rp 1 miliar telah selesai melalui proses tender dan siap direalisasikan.
Berikut adalah dua tender yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Ciamis tahun ini.
1. Rekonstruksi Jalan Panawangan – Kawunglarang
Perbaikan infrastruktur jalan selalu menjadi prioritas dalam pembangunan daerah, terutama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satu proyek yang telah berhasil ditenderkan adalah rekonstruksi Jalan Panawangan – Kawunglarang, yang akan memperbaiki jalur transportasi penting di Kecamatan Rancah.
Proyek ini memiliki nilai pagu sebesar Rp 2,75 miliar, dengan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang hampir sama. Setelah melalui proses lelang, tender ini dimenangkan oleh CV. Karya Sakti dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,72 miliar.
Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru di daerah sekitar. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, warga Panawangan hingga Kawunglarang akan mendapatkan akses yang lebih aman dan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.
Sebelum terbitnya Inpres tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis, akan melaksanakan kegiatan pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kendati itu, Kepala DPUPRP Ciamis, Taufik Gumelar mengatakan bahwa rencana pengadaan yang bersumber dari anggaran DAK seluruhnya mengalami pembatalan.
"Semenjak terbit Inpres tersebut, DPUPRP ciamis bergegas menarik rencana kegitan tersebut," ungkapnya kepada kondusif.inewsciamis.com/ Minggu (16/3/2025).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa beberapa item rencana kegiatan yang terkena imbas dari terbitnya kebijakan inpres tersebut, adalah dibatalkannya beberapa pekerjaan peningkatan jaringan irigasi.
2. Revitalisasi SDN 2 Kujang, Kec. Cikoneng
Dunia pendidikan juga menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah. Salah satu sekolah yang mendapatkan perhatian khusus adalah SDN 2 Kujang di Kecamatan Cikoneng, yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran. Untuk memastikan kelangsungan pendidikan bagi para siswa, Pemkab Ciamis mengalokasikan dana lebih dari Rp 1,99 miliar untuk revitalisasi sekolah ini.
Proyek ini meliputi pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, serta perbaikan toilet dan pemagaran sekolah. Dengan cakupan pekerjaan yang cukup luas, proyek ini mengalami tender ulang karena pada tahap awal tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Akhirnya, setelah proses seleksi ulang, tender ini dimenangkan oleh CV. Agustina, sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di Ciamis. Pembangunan kembali sekolah ini diharapkan dapat memberikan fasilitas belajar yang lebih baik bagi para siswa, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Kedua proyek di atas merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Ciamis dalam memperbaiki infrastruktur dan fasilitas publik di tahun 2025, meskipun saat ini tengah digencarkan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Dengan alokasi dana yang cukup besar dan melalui proses tender yang transparan, diharapkan pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pemerintah terus berupaya untuk memastikan setiap proyek yang dikerjakan memiliki kualitas tinggi, sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Ke depan, diharapkan pembangunan infrastruktur di Ciamis semakin berkembang, mendukung sektor ekonomi, pendidikan, serta kesejahteraan warga secara keseluruhan.
Sumber : LPSE



















Respon (0)