Bandung, kondusif.inewsciamis.com/ – Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Polda Jawa Barat bersama insan media menggelar aksi berbagi takjil kepada masyarakat, Kamis (13/3/2025). Kegiatan ini berlangsung di tiga lokasi utama, yakni di depan Mapolda Jabar, Kiara Artha, dan sekitar Bundaran Cibiru, Bandung.
Dipimpin langsung oleh Wakapolda Jabar, serta didampingi para Pejabat Utama Polda Jabar, pimpinan redaksi, dan wartawan, aksi ini bertujuan mempererat sinergi antara Polri, media, dan masyarakat. Sebanyak 600 paket takjil dibagikan kepada pengendara dan pejalan kaki yang tengah menunggu waktu berbuka puasa.
Foto:Wakapolda Jabar Bersama Media Saat Membagikan Makanan Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan baik dengan media sebagai mitra strategis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri dan media memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dengan masyarakat. Ini bukan sekadar berbagi takjil, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah bulan penuh berkah ini,” ujar Kombes Jules.
Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang awalnya mengira ada operasi lalu lintas, namun justru terharu ketika mengetahui bahwa polisi dan wartawan turun langsung untuk berbagi takjil.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan media benar-benar terasa nyata. Semoga aksi seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar salah satu wartawan yang hadir.
Selain di Bandung, kegiatan berbagi takjil ini juga dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Ribuan takjil dibagikan kepada masyarakat, sebagai wujud kepedulian Polri dan media dalam menebar kebaikan selama Ramadhan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polri, media, dan masyarakat semakin harmonis, serta tercipta iklim kebersamaan yang lebih erat di tengah masyarakat.***


















