WASHINGTON, KONDUSIF – Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap mata uang kripto kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, ia dikenal sebagai penentang keras aset digital ini, bahkan menyebutnya sebagai “bencana yang menunggu untuk terjadi.” Namun, pada 7 Maret 2025, Trump mengejutkan banyak pihak dengan menandatangani perintah eksekutif yang membentuk Cadangan Strategis Bitcoin dan aset digital lainnya.
Langkah ini sekilas tampak seperti dukungan terhadap kripto, tetapi apakah benar demikian?
Cadangan Bitcoin Tanpa Pendanaan Pajak
Kebijakan baru ini menyatakan bahwa cadangan strategis Bitcoin akan dibiayai dari aset yang disita dalam kasus pidana atau perdata, tanpa menggunakan uang pajak masyarakat. Selain itu, pemerintah AS akan melakukan audit terhadap total kepemilikan aset digitalnya, yang diperkirakan mencapai 200.000 Bitcoin.
David Sacks, konsultan kripto dan AI Gedung Putih, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membeli Bitcoin baru menggunakan dana publik. Sebagai gantinya, mereka akan membentuk Digital Asset Stockpile, sebuah sistem penyimpanan untuk mata uang kripto yang telah disita.
Namun, keputusan ini menimbulkan reaksi beragam di kalangan komunitas kripto. Beberapa tokoh industri, seperti Brian Armstrong dan Tyler Winklevoss, menyatakan bahwa hanya Bitcoin yang pantas dimasukkan dalam cadangan strategis karena sifatnya yang terdesentralisasi. Mereka khawatir penyertaan aset digital lain seperti Ethereum dan Solana dapat membuka celah spekulasi dan konflik kepentingan.
Pasar Mata Uang Kripto Justru Melemah
Alih-alih mengangkat nilai Bitcoin, pengumuman ini justru membuat harga mata uang kripto anjlok. Bitcoin turun sekitar 6 persen setelah perintah eksekutif diumumkan, menyentuh level USD 84.900 sebelum akhirnya stabil di sekitar USD 87.700.
Beberapa investor kecewa karena kebijakan ini tidak mencakup rencana pembelian Bitcoin secara aktif oleh pemerintah.
“Pasar tidak bersemangat,” kata Spencer Hakimian, pendiri Tolou Capital Management, sembari membagikan grafik kejatuhan harga Bitcoin di media sosial X.
Kritik juga datang dari Shayan Salehi, seorang pengusaha teknologi asal Jerman, yang menilai pengumuman ini hanyalah retorika tanpa dampak nyata. Menurutnya, tanpa komitmen pembelian langsung oleh pemerintah, pasar akan tetap skeptis terhadap keseriusan Trump dalam mendukung kripto.
Dukungan atau Sekadar Strategi?
Langkah Trump dalam membentuk cadangan Bitcoin memang memberi sinyal bahwa pemerintah AS mulai mengakui peran mata uang kripto dalam ekonomi modern. Namun, tanpa kebijakan konkret yang benar-benar mendorong adopsi kripto secara luas, banyak yang meragukan apakah ini benar-benar bentuk dukungan atau sekadar strategi politik semata.
Terlebih lagi, Trump masih belum menunjukkan sikap yang benar-benar konsisten terhadap kripto. Di satu sisi, ia menggembar-gemborkan ambisi menjadikan AS sebagai “ibu kota kripto dunia,” tetapi di sisi lain, kebijakan yang diambilnya belum cukup untuk memberi kepercayaan penuh kepada investor dan komunitas kripto.
Bagi para penggemar aset digital, pertanyaan besar masih menggantung: apakah Trump akan benar-benar mendukung mata uang kripto di masa depan, ataukah ini hanya langkah sementara tanpa komitmen yang jelas?








