banner 728x250

Pasar Kripto di Bawah Tekanan: Antara Skeptisisme dan Aksi Investor

Dengan volatilitas yang masih tinggi dan investor yang semakin berhati-hati, masa depan kripto dalam jangka pendek tampaknya akan penuh tantangan

banner 120x600
banner 468x60

AS, KONDUSIF – Pasar mata uang kripto kembali berada dalam tekanan. Setelah sempat menguat akibat pengumuman mantan Presiden Donald Trump tentang rencana memasukkan XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) ke dalam cadangan kripto strategis Amerika Serikat, euforia tersebut dengan cepat berubah menjadi skeptisisme.

Ahli strategi JPMorgan memperkirakan tekanan ini masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian regulasi hingga aksi jual investor institusional, turut memperkuat sentimen negatif di pasar.

banner 325x300

Skeptisisme atas Rencana Trump

Rencana Trump yang memasukkan beberapa aset kripto ke dalam cadangan strategis memang sempat disambut positif oleh investor. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah Kongres akan menyetujui langkah ini? Apalagi, mata uang kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, dan banyak pihak masih meragukan kelayakannya sebagai aset cadangan nasional.

Di tingkat negara bagian, gagasan serupa juga belum mendapatkan dukungan luas. Beberapa negara bagian seperti Montana, North Dakota, South Dakota, dan Wyoming menolak ide penggunaan Bitcoin sebagai aset cadangan karena risiko yang melekat.

Di sisi lain, bank sentral global juga lebih memilih aset tradisional yang lebih stabil. Swiss National Bank dan Bank Nasional Polandia, misalnya, tetap mengandalkan emas sebagai cadangan utama mereka. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) terang-terangan mengkritik penggunaan Bitcoin sebagai cadangan, mencerminkan sikap skeptis para pembuat kebijakan terhadap kripto.

Investor Mulai Menarik Diri

Tekanan di pasar kripto semakin terasa dengan penurunan harga Bitcoin hampir 20% pada bulan Februari. Salah satu indikasi utama lemahnya pasar adalah arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin, yang mencapai $3,5 miliar—tertinggi sejak ETF Bitcoin pertama kali diluncurkan.

Investor institusional juga mulai mengurangi eksposur mereka terhadap kripto. Hal ini terlihat dari penurunan minat terbuka pada kontrak berjangka Bitcoin dan Ethereum di CME Group. Artinya, para pedagang mulai mengambil posisi jual, menunjukkan bahwa mereka memperkirakan harga akan terus turun.

Selain itu, penerbitan utang baru oleh perusahaan seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) juga menjadi sorotan. Strategy baru-baru ini mengumpulkan dana $2 miliar melalui obligasi konversi, tetapi persyaratan yang lebih menguntungkan investor menunjukkan bahwa pasar semakin selektif dalam menyuntikkan dana ke sektor ini.

Prospek Kripto di Masa Depan

Menurut JPMorgan, pelemahan pasar kripto kemungkinan masih akan berlanjut. Salah satu alasan utamanya adalah semakin berkurangnya minat investor terhadap aset digital ini.

“Secara keseluruhan, kami percaya bahwa pasar kripto kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan dalam waktu dekat,” ujar para analis JPMorgan.

Dengan volatilitas yang masih tinggi dan investor yang semakin berhati-hati, masa depan kripto dalam jangka pendek tampaknya akan penuh tantangan. Namun, bagi investor yang berani mengambil risiko, selalu ada peluang di tengah ketidakpastian.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *