Jakarta, Kondusif – Sebanyak 18 tokoh dari berbagai latar belakang resmi diumumkan sebagai calon anggota Dewan Pers periode 2025-2028. Nama-nama ini berasal dari tiga unsur utama: wartawan, pimpinan perusahaan pers, serta tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak kuat di bidangnya masing-masing.
Proses seleksi ini menjadi sorotan karena Dewan Pers memegang peran krusial dalam menjaga independensi pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Dengan lanskap media yang terus berkembang di era digital, pemilihan anggota yang kredibel, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan pers menjadi hal yang sangat penting.
Proses Seleksi: Transparan dan Melibatkan Publik
Penetapan daftar calon dilakukan dalam rapat Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers di Sekretariat Dewan Pers, Jakarta, pada Rabu (19/2/2025). Ketua BPPA, Bambang Santoso, menegaskan bahwa seleksi dilakukan sesuai prosedur yang telah disepakati.
“Kami berharap masukan dari masyarakat dapat membantu dalam memilih anggota yang memiliki kredibilitas, integritas, dan komitmen terhadap kemajuan pers di Indonesia,” ujar Bambang, dikutip pada Minggu (23/2/2025).
Dalam tahap ini, publik diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terkait para kandidat melalui email resmi BPPA di BPPA@dewanpers.or.id. Masukan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan akhir.
Daftar 18 Calon Anggota Dewan Pers 2025-2028
Para calon anggota berasal dari tiga unsur utama dengan komposisi sebagai berikut:
Unsur Wartawan
- Abdul Manan
- Maha Eka Swasta
- Marah Sakti Siregar
- Muhammad Jazuli
- Sayid Iskandarsyah
- Wahyu Triyogo
Unsur Pimpinan Perusahaan Pers
- Dahlan Dahi
- Eko Pamuji
- Paulus Tri Agung Kristanto
- Syamsudin Hadi Sutarto
- Totok Suryanto
- Yogi Hadi Ismanto
Unsur Tokoh Masyarakat
- Albertus Wahyurudhantho
- Dahlan Iskan
- Komarudin Hidayat
- M. Busyro Muqoddas
- Ratna Komala
- Rosarita Niken Widiastuti
Dewan Pers dan Tantangan Zaman
Dewan Pers memiliki tugas besar dalam menjaga independensi media, terutama di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital. Dengan munculnya berita hoaks, tekanan ekonomi terhadap industri media, serta tantangan regulasi yang terus berkembang, anggota terpilih diharapkan mampu membawa inovasi serta memperkuat kebebasan pers di Tanah Air.
Partisipasi publik dalam seleksi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa Anggota diisi oleh sosok-sosok yang benar-benar memahami esensi jurnalisme serta mampu menjawab tantangan zaman.
Lantas, dari 18 nama yang telah diumumkan, siapakah yang paling layak untuk mengemban amanah ini? Publik pun kini diberi ruang untuk ikut menentukan.


















