Tasikmalaya, Kondusif. com – Bencana gerakan tanah di Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, semakin parah. Hingga Senin (24/2/2025) pukul 17.18 WIB, jumlah warga terdampak terus bertambah, sementara kerusakan permukiman dan infrastruktur makin mengkhawatirkan.
Total 93 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 146 jiwa harus mengungsi ke rumah keluarga dan posko darurat di Aula Kantor Desa Cikondang. Untuk membantu para korban, telah disiapkan dua unit tenda evakuasi serta dapur umum di lokasi pengungsian.
Tak hanya pemukiman, bencana ini juga meluluhlantakkan 87 rumah warga, di mana 55 unit mengalami kerusakan berat dan 35 unit rusak sedang. Fasilitas umum pun ikut terdampak, termasuk dua masjid dan dua madrasah yang rusak parah.
“Kami terus berupaya mengevakuasi warga dan mengantisipasi pergerakan tanah yang masih terus terjadi,” ujar seorang petugas di lokasi.
Jalan Ambles, Desa Tetangga Ikut Terdampak
Selain rumah dan fasilitas umum, gerakan tanah juga merusak sektor pertanian dan perikanan. Delapan blok lahan kebun serta 14 kolam ikan hancur akibat pergerakan tanah yang tak kunjung berhenti.
Yang lebih mengkhawatirkan, ruas jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Pangandaran kini mengalami retakan dan amblesan. Kerusakan ini juga mulai merambah ke desa tetangga, Desa Cijulang, yang kini ikut terdampak.
Masyarakat Diminta Waspada!
Dengan kondisi tanah yang terus bergerak ditambah curah hujan yang tinggi, risiko bencana susulan masih sangat tinggi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar zona rawan, untuk tetap waspada dan bersiap mengungsi jika kondisi semakin memburuk.
“Kami berharap bantuan segera datang dan masyarakat tetap siaga menghadapi kemungkinan terburuk,” ujar seorang relawan di lokasi.
Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat terus berupaya melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan bagi korban yang terdampak.***
Jurnalis: Nurhaeni


















