banner 728x250
News  

Cetak SDM Unggul, KKP Gelar Program Belajar Berbasis Riset untuk Taruna KP

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/ – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar Program Pembelajaran Taruna Berprestasi (PTB) melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Unggulan. Program ini diselenggarakan di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) sebagai upaya mencetak lulusan vokasi yang siap kerja dan memiliki kompetensi unggul sesuai kebutuhan industri.

Berlangsung dari 13 Januari hingga 20 Juni 2025, program ini menjadi bagian dari implementasi Ocean Institute of Indonesia (OII). Para taruna terbaik dari Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), Teknik Pengolahan Produk Perikanan (TPPP), dan Pengolahan Hasil Laut (PHL) di Politeknik KP mendapatkan pengalaman belajar berbasis riset yang aplikatif.

banner 325x300

“Kami ingin mencetak SDM unggul yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan sektor KP. Selama enam bulan, peserta menjalani pembelajaran setara 20 SKS, didampingi langsung oleh para ahli, dosen, serta praktisi industri,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta.

Kepala Pusat Pendidikan KP, Alan Koropitan, menambahkan bahwa pendekatan praktis menjadi fokus utama program ini. “Lebih dari sekadar teori di kelas, peserta dibimbing mengembangkan produk berbasis riset yang bernilai ekonomi tinggi. Mereka dilatih mengolah dan mendiversifikasi produk perikanan berbasis ikan, rumput laut, dan mikroalga, serta menerapkan teknologi fermentasi dan ekstraksi protein untuk meningkatkan nilai tambah produk kelautan,” jelasnya, Selasa(11/2/2025).

Sementara itu, Kepala BBRP2BKP, Langgeng Nurdiansah, menekankan bahwa program ini memberi kesempatan kepada taruna/i untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam pengolahan, penerapan bioteknologi, serta uji kualitas produk perikanan. BBRP2BKP yang memiliki fasilitas laboratorium lengkap juga menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan program ini.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan industri. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi pendidikan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di sektor kelautan dan perikanan.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *