banner 728x250
News  

Catut Nama Mayor Tedy dan Program MBG, 35 UMKM Tertipu Ratusan Juta

Penipuan berkedok perekrutan pemasok dalam program MBG di Kota Tasikmalaya, 35 Pelaku UMKM tertipu ratusan juta rupiah

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya, Kondusif – Sejumlah warga di Kota Tasikmalaya menjadi korban penipuan berkedok perekrutan pemasok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para pelaku, yang mengaku sebagai perwakilan salah satu paguyuban Jakwir ini, menjanjikan peluang usaha sebagai penyedia makanan untuk program tersebut. Dengan dalih memenuhi persyaratan, mereka meminta pembayaran untuk sertifikat halal kepada para calon mitra, sebagai persyaratan lolos program MBG.

banner 325x300

Kasus ini telah menelan 35 korban. Bahkan, pelaku sempat mengaku sebagai utusan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Tedy dan mencatut nama seorang purnawirawan jenderal guna meyakinkan korban dalam hal program MBG.

Salah satu korban, Moena Rosliana (35), warga Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pertama kali mengetahui program ini dari kenalannya yang membagikan tautan.

Pada Desember 2024, ia menghadiri pertemuan yang disebut sebagai sosialisasi sertifikasi halal bagi calon pemasok MBG. Namun, sejak awal, ia sudah merasa ada kejanggalan.

“Saat pertemuan pertama, saya sudah curiga. Ada seseorang yang mengaku dari pihak sertifikasi halal, tapi tidak menunjukkan identitas resmi. Mereka langsung meminta pembayaran Rp 8,5 juta untuk biaya sertifikat halal,” ujar Moena, Kamis (30/1/2025).

Meski sempat ragu, Moena akhirnya membayar setelah mendapatkan janji keuntungan besar. Ia bahkan mendirikan dua dapur bersama ibunya, mengeluarkan dana total Rp 17 juta.

Namun, itu belum berakhir. Pada pertengahan Desember, pelaku kembali menghubunginya, kali ini dengan dalih mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi calon pemasok MBG. Lagi-lagi, pelaku meminta korban membayar sejumlah uang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Biaya bimtek berbeda-beda tergantung daerah. Di Kota Tasikmalaya Rp 2,2 juta, di Ciamis bisa Rp 8,5 juta hingga Rp 11 juta, bahkan di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, ada yang mencapai Rp 20 juta,” jelasnya.

Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Di antara para korban, Moena adalah yang paling terdampak. Berharap program ini benar-benar nyata, ia membangun dapur gizi lengkap beserta kantor sesuai persyaratan yang pelaku janjikan untuk menjadi pemasok program MBG. Bahkan, ia sampai berutang untuk menutup biaya tersebut.

“Awalnya hanya kebun, lalu kami garap dan bangun dapur gizi. Modal yang tidak ada pun saya usahakan, bahkan sampai berutang,” ungkapnya.

Belakangan, ia mulai mencurigai keabsahan program ini. Bersama Kodim 0612 Tasikmalaya, ia menelusuri kebenaran informasi para pelaku. Hasilnya, program yang mengatasnamakan program MBG ini ternyata tidak memiliki keterkaitan dengan program resmi pemerintah dan ada dugaan kuat merupakan bagian dari sindikat penipuan.

“Saya sudah bangun dapur dan kantor. Untuk bangunan saja habis Rp 300 juta, belum termasuk akomodasi kendaraan. Jika dihitung total, kerugian saya mencapai sekitar Rp 800 juta,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran bisnis yang terdengar menggiurkan, terutama jika mengatasnamakan program pemerintah tanpa kejelasan informasi resmi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *