banner 728x250
News  

Menyibak Akar Konflik Kemdiktisaintek: Mutasi, Protes, dan Dialog

Ratusan karyawan Kementrian Mendiktisaintek menggelar aksi unjuk rasa terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro. (Sumber: Instagram @nalarpolitik)
Ratusan karyawan Kementrian Mendiktisaintek menggelar aksi unjuk rasa terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro. (Sumber: Instagram @nalarpolitik)
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/ – Demonstrasi mengguncang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Senin (20/1/2025). Pagi itu, suara lagu kebangsaan berkumandang menyertai deretan spanduk protes yang mencolok. Apa sebenarnya yang terjadi di bawah kepemimpinan Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro?

Latar Belakang Kemdiktisaintek

Presiden Prabowo Subianto membentuk Kemdiktisaintek pada awal masa pemerintahannya. Sebelumnya, tugas-tugas terkait pendidikan tinggi, riset, dan teknologi berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai salah satu direktorat jenderal. Dengan pemekaran ini, Satryo Soemantri Brodjonegoro, mantan Dirjen Dikti periode 1999-2007, memperoleh kepercayaan kementerian baru tersebut.

banner 325x300

Namun, tidak lama setelah kementerian ini berdiri, gelombang ketidakpuasan muncul. Demonstrasi oleh sekitar 235 pegawai ini membawa sejumlah tuntutan dan kritik, termasuk protes terhadap kebijakan mutasi dan dugaan perlakuan otoriter menteri.

Titik Puncak Protes

Unjuk rasa di depan kantor Kemdiktisaintek dipenuhi berbagai simbol perlawanan, dari karangan bunga hingga spanduk bertuliskan, “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!” hingga “Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga!” Para pegawai menyuarakan aspirasi agar publik, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mengetahui kondisi internal kementerian tersebut.

Duduk perkara demonstrasi ini bermula dari pemecatan seorang pegawai bernama Neni Herlina. Neni mengaku mendapat pemberhentian secara sepihak setelah menerima pesan singkat dari menteri. Pemecatan ini terkait dengan peristiwa pemasangan internet di rumah dinas Menteri Satryo yang berlarut hingga malam.

“Saya menerima pesan WhatsApp dari menteri yang berbunyi, ‘Saya pecat kamu,’” ungkap Neni.

Neni juga menyebutkan bahwa ia mendapat arahan untuk pindah ke kementerian lain tanpa alasan yang jelas.

“Saya disuruh ke Kemendikdasmen, tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut,” tambahnya.

Klarifikasi dari Kemdiktisaintek

Menanggapi protes ini, Menteri Satryo menyatakan bahwa demonstrasi tersebut pemicunya adalah kebijakan mutasi besar-besaran dalam rangka penataan organisasi.

“Kami sedang melakukan rotasi pegawai sebagai bagian dari upaya efisiensi sesuai arahan Presiden,” jelasnya.

Ia juga membantah tuduhan bahwa dirinya bertindak otoriter atau memarahi staf secara tidak proporsional.

“Itu tidak benar. Tidak ada tindakan seperti itu,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menambahkan bahwa tidak ada pemecatan mendadak terhadap pegawai.

“Penyelesaian konflik seharusnya ada semacam dialog. Kami selalu membuka ruang untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti, Khairul Munadi, menyebut bahwa rotasi, mutasi, dan promosi adalah hal wajar dalam proses transisi kementerian. Ia juga memastikan bahwa langkah-langkahnya bertujuan untuk menyukseskan program-program strategis pemerintahan, termasuk Astacita.

Respons Pemerintah dan Publik

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa parlemen akan mempelajari situasi ini dan memberikan evaluasi jika diperlukan.

“Kami akan mendalami permasalahan ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran hak pegawai,” katanya.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, turut mengomentari situasi tersebut. Ia mendorong pihak kementerian untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog internal. “Penyelesaian melalui diskusi dari hati ke hati adalah langkah terbaik untuk mencairkan suasana,” ujarnya optimis.

Mencari Titik Temu

Demonstrasi ini mencerminkan ketegangan yang sering muncul dalam masa transisi institusi. Rotasi dan perubahan struktur memang tak terhindarkan, tetapi pendekatan yang inklusif dan transparan menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan di lingkungan kerja.

Kini, publik menanti langkah konkret dari Kemdiktisaintek untuk menuntaskan konflik ini. Akankah dialog terbuka menjadi solusi yang menenangkan? Atau justru protes ini membuka lembaran baru dalam perjalanan kementerian yang masih muda ini?

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *