banner 728x250

Usia ke-133, Jembatan Cirahong Dihujani Doa dan Atraksi Debus

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Jembatan Cirahong yang ikonik kini genap berusia 133 tahun. Menolak lupa akan sejarah, ratusan seniman dan budayawan dari Tasikmalaya serta Ciamis tumpah ruah menggelar syukuran bertajuk “Mieling Ngadegna Sasak Cirahong”, Minggu (3/5/2026).

​Pantauan di lokasi, kemeriahan pecah saat berbagai paguyuban seni unjuk gigi. Mulai dari dentuman kendang pencak silat hingga atraksi debus yang menegangkan menyedot perhatian warga.

banner 325x300

Tak sekadar hura-hura, acara ini menjadi momentum sakral untuk mengenang jasa para leluhur di balik berdirinya jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

​”Acara ini merupakan inisiatif bersama berbagai padepokan, yayasan, dan komunitas seni. Kami ingin memperingati berdirinya Sasak Cirahong yang sudah melegenda,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Asep Rio Sudrajat, saat ditemui di sela-sela acara.

​Asep menjelaskan, gelaran ini lahir dari kerinduan para pegiat budaya untuk memuliakan warisan sejarah.

Ia menggandeng Yayasan Padepokan serta rekan-rekan seniman dari Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.

Dukungan pun mengalir deras dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Tasikmalaya (DKKT) serta Komite Budaya.

​Meski Bupati Tasikmalaya berhalangan hadir, pihak pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi melalui perwakilan kecamatan.

Asep pun menaruh harapan besar agar kegiatan ini naik kelas di masa depan.

​”Alhamdulillah, semua pihak mendukung. Kami bahkan mengundang Dinas Pariwisata karena kami ingin acara ini masuk dalam agenda tahunan (calender of event),” tambahnya.

​Doa dan Makan Bareng

​Nuansa khidmat terasa saat prosesi utama dimulai.

Masyarakat mengikuti rangkaian ritual tradisional mulai dari Syukur Waktu, Rajah Sasadu, hingga Tawasulan.

Doa-doa dipanjatkan khusus untuk para perancang jembatan, terutama para tokoh dari Sukapura Tasikmalaya dan Galuh Ciamis.

​”Ini bentuk sujud syukur kami. Selama 133 tahun, rasanya belum pernah ada syukuran khusus untuk Cirahong. Melalui tawasulan, kita kirim doa untuk para penggagas jembatan ini,” tegas Asep.

​Setelah ritual usai, suasana kembali cair dalam tradisi Kumpul Riung dan Botram Balakecrakan.

Warga dan seniman duduk melingkar menyantap hidangan bersama sebagai simbol kebersamaan.

​Kemeriahan ini turut melibatkan Paguyuban Seniman Seniwati Kabupaten Tasikmalaya, kelompok seni Manggala, hingga Gajah Putih.

Acara berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat dari Polsek Manonjaya, tokoh agama MUI, serta jajaran Satlinmas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *