banner 728x250
News  

Jasmine Nadya, Siswi SDN 1 Karangpaningal Ciamis Sabet Emas Pencak Silat SEC 2026

Dengan medali emas di tangan, Jasmine siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi untuk mengharumkan nama Ciamis di kancah nasional

Jasmine Nadya Pramesti, siswi SDN 1 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi peraih medali emas ajang SEC pencak silat 2026.
Jasmine Nadya Pramesti, siswi SDN 1 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi peraih medali emas ajang SEC pencak silat 2026.
banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis menjadi saksi bisu ketangguhan Jasmine Nadya Pramesti. Siswi SDN 1 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi ini sukses menyabet medali emas dalam ajang bergengsi Sport Education Championship (SEC) Pencak Silat 2026.

​Prestasi gemilang ini diraih Jasmine setelah menumbangkan lawan-lawannya dalam kejuaraan yang diinisiasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bersama MGMP PJOK Kabupaten Ciamis.

banner 325x300

Meski diikuti peserta tangguh dari berbagai daerah se-Priangan, Jasmine tampil dominan dan tak gentar di atas matras.

​Darah Atlet Mengalir Deras

Usut punya usut, bakat bela diri Jasmine ternyata bukan datang tiba-tiba. Gadis cilik ini lahir dari keluarga pesilat.

Ibu dan kakeknya merupakan mantan atlet silat yang pernah berjaya di masanya.

Hal itulah yang memicu api semangat Jasmine untuk mendalami seni bela diri asli Indonesia ini sejak dini.

​”Saya ikut silat karena memang suka. Apalagi Ibu dan Kakek juga atlet silat. Saya merasakan sendiri manfaatnya, tidak hanya mengasah fisik, tapi juga mental dan kedisiplinan. Saya ingin meneruskan semangat juang mereka,” ujar Jasmine saat diwawancara, Minggu (5/3/2026).

​Persiapan Matang Jadi Kunci

​Keberhasilan Jasmine naik ke podium tertinggi bukan tanpa perjuangan. Demi menghadapi SEC 2026, ia melakoni latihan intensif yang menguras keringat.

Dalam seminggu, ia berlatih 4 hingga 5 kali untuk mengasah teknik dan fisiknya.

​”Selain latihan teknik, saya juga fokus menjaga kondisi fisik, mengatur pola makan, dan memastikan istirahat yang cukup,” tambahnya.

​Menariknya, meskipun ajang ini merupakan debut atau penampilan perdana Jasmine di level kompetisi, ia tidak terlihat canggung.

Persiapan matang yang ia lakukan terbayar lunas dengan kalungan medali emas di lehernya.

​Sujud Syukur di Laga Final

​Laga final menjadi momen yang paling mendebarkan. Jasmine mengakui tensi pertandingan di partai puncak sangat tinggi.

Namun, berkat fokus yang terjaga, ia berhasil mengatasi perlawanan sengit dari musuhnya.

​”Suasana saat final sangat menegangkan. Lawan saya juga sangat baik, tapi saya berusaha untuk tetap fokus dan tampil semaksimal mungkin,” kenangnya.

​Begitu wasit mengumumkan kemenangannya, tangis bahagia pecah. Jasmine langsung melakukan sujud syukur di tengah gelanggang.

“Rasanya seperti mimpi. Saya sujud syukur saat mendengar nama saya disebut sebagai juara 1. Ini pencapaian luar biasa bagi saya,” ungkap Jasmine penuh haru.

​Kesuksesan ini tak lepas dari peran pelatih yang sabar membimbingnya, serta dukungan penuh dari sekolah dan keluarga.

Jasmine merasa beruntung berada di lingkungan yang mendukung potensi non-akademiknya.

​Di akhir percakapan, Jasmine memberikan pesan menyentuh bagi rekan-rekan sebayanya agar tidak takut mengejar mimpi.

​”Jangan pernah takut untuk mencoba. Prosesnya memang berat, tapi jika dijalani dengan sungguh-sungguh, pasti akan ada hasilnya. Tetap semangat, terus berlatih, dan jangan lupa jaga sportivitas,” pungkasnya.

​Kini, Jasmine telah membuktikan bahwa disiplin dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

Dengan medali emas di tangan, ia siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi untuk mengharumkan nama Ciamis di kancah nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *