banner 728x250
News  

Lautan Buruh Kepung Monas di May Day 2026, Antusias Sambut Presiden Prabowo

Sumber foto: BPMI Setpres
Sumber foto: BPMI Setpres
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/,- Gelombang massa buruh dari berbagai penjuru Tanah Air memerahkan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Di tengah semangat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), para pekerja memberikan apresiasi luar biasa atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah-tengah mereka.

Mereka datang membawa spanduk aspirasi, harapan, hingga cerita perjuangan hidup masing-masing yang ingin disampaikan langsung kepada pemimpin negara.

banner 325x300

​Jauh-jauh dari Lampung demi Ketemu Presiden

​Antusiasme ini terlihat jelas dari wajah Juwita, seorang pekerja rumah tangga asal Pringsewu, Lampung.

Ia rela menempuh perjalanan panjang membelah Selat Sunda menggunakan bus bersama puluhan rekannya hanya demi mengikuti momentum ini.

​”Sangat bahagia sekali, justru ke sini berbondong-bondong pengen lihat Pak Presiden Prabowo. Saya ingin kinerjanya lebih baik lagi. Saya bangga dengan Pak Presiden,” ujar Juwita dengan nada penuh semangat di lokasi.

​Setali tiga uang dengan Juwita, Sumarsih, seorang buruh tekstil asal Kabupaten Cimahi, Jawa Barat, juga mengaku terharu.

Baginya, kehadiran Presiden Prabowo di panggung buruh adalah bentuk pengakuan bagi rakyat kecil.

​”Luar biasa, terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah berkenan menghadiri perayaan Hari Buruh kita,” ucap Sumarsih. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik agar perjuangan buruh selama ini bisa segera terealisasi.

​Suara dari Akar Rumput: Sekolah Murah, Sembako Terjangkau

​Di sisi lain, momentum May Day 2026 ini juga menjadi ajang titip harapan.

Maryadi, buruh pabrik makanan asal Serang, Banten, yang tiba sejak subuh, berharap pemerintah terus memperhatikan daya beli kaum bawah.

​”Dari kaum buruh sih, mempermudah segalanya ya. Dari segi pendidikan kita murah. Terus dari bahan pokok juga kita nggak terlalu melejit banget. Ya intinya semua terjangkau lah buat buruh, buat kaum bawah,” harap Maryadi.

​Hingga sore hari, suasana di Monas tetap kondusif namun penuh energi.

Ragam kisah dari Serang, Cimahi, hingga Lampung yang bertemu di titik nol Jakarta ini menggambarkan satu semangat kolektif: aspirasi buruh Indonesia yang ingin hidup lebih layak.

​Peringatan May Day tahun ini pun bukan sekadar seremonial, melainkan panggung nyata bagi rakyat pekerja untuk bersuara langsung di depan Presiden.

 

Sumber: BPMI Setpres

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *