Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ — Dalam upaya menekan angka inflasi dan mencegah praktik penimbunan bahan pokok, Polres Ciamis intensif memantau harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional, termasuk Pasar Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Kegiatan pengecekan di Pasar Imbanagara, Senin (20/1/2025), dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Ciamis, AKP Cecep Edi Sulaeman, bersama tim patroli dari Satuan Samapta Polres Ciamis. Mereka memantau langsung kios-kios pedagang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.
Mencegah Penimbunan dan Inflasi
Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, SH, SIK, MH, melalui Kasat Samapta AKP Cecep Edi Sulaeman, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan setiap hari. Tidak hanya di pasar tradisional, pengecekan juga mencakup mini market dan pasar modern di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
“Kami meminta para pengusaha dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Selain itu, diimbau agar pembelian konsumen dibatasi guna mencegah adanya praktik penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab,” ujar AKP Cecep.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan deteksi dini untuk menekan inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap stabil. “Polri berkomitmen mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Kondisi Harga dan Stok Bahan Pokok
Hasil pantauan Polres Ciamis menunjukkan bahwa harga bahan pokok di Pasar Imbanagara relatif stabil, meskipun terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas penting. Sementara itu, ketersediaan bahan pokok dipastikan masih aman.
Berikut daftar harga bahan pokok per 20 Januari 2025 di Pasar Imbanagara:
- Beras Premium: Rp15.000/Kg
- Daging Ayam: Rp38.000/Kg
- Daging Sapi: Rp140.000/Kg
- Gula Pasir: Rp16.000/Kg
- Minyak Goreng: Rp21.000/Liter
- Telur Ayam Negeri: Rp30.000/Kg
- Tepung Terigu: Rp11.000/Kg
Dukungan Stabilitas Ekonomi
Langkah Polres Ciamis ini diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan pengawasan yang ketat, potensi praktik penimbunan yang merugikan dapat diminimalkan, sementara stabilitas harga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.
Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pengawasan sektor perdagangan.***


















