banner 728x250
News  

Kasatpol PP Ciamis Instruksikan Warga Bunyikan Kentongan Serentak 26 April, Ada Apa?

Mulai dari sirene, kentongan, hingga lonceng akan dibunyikan serentak di seluruh wilayah Ciamis sebagai tanda dimulainya latihan evakuasi mandiri

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, mengimbau warga untuk berpartisipasi aktif dalam simulasi penyelamatan diri, (Sumber foto: instagram/@satpol.pp.ciamis).
Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, mengimbau warga untuk berpartisipasi aktif dalam simulasi penyelamatan diri, (Sumber foto: instagram/@satpol.pp.ciamis).
banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- HKB 2026 Ciamis, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Melalui kampanye Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, warga Ciamis diminta melakukan aksi nyata secara serentak pada akhir April mendatang.

banner 325x300

​Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, mengimbau warga untuk berpartisipasi aktif dalam simulasi penyelamatan diri.

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak gagap saat menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.

​”Saya mengajak seluruh warga Kabupaten Ciamis untuk ikut serta dan berpartisipasi aktif pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026,” ujar Ega melalui unggahan akun Instagram resmi @satpol.pp.ciamis, Selasa (14/4/2026).

​Ega menjelaskan bahwa puncak peringatan HKB 2026 akan ditandai dengan bunyi-bunyian pemberitahuan darurat.

Ia meminta warga membunyikan berbagai alat penanda secara bersamaan pada 26 April 2026 tepat pukul 10.00 WIB.

​”Ayo kita bunyikan tanda secara serentak seperti sirene, kentongan, dan lonceng sebagai tanda dimulainya latihan evakuasi mandiri. Setelah itu, segera menuju tempat aman terdekat,” tegasnya.

​Selain latihan evakuasi, Ega menekankan pentingnya menggeser paradigma masyarakat dari sekadar reaktif menjadi preventif.

Menurutnya, kesiapan mental dan pengetahuan jauh lebih berharga sebelum bencana benar-benar terjadi.

​Ia menguraikan tiga langkah utama yang harus dilakukan masyarakat:

​Kenali ancaman bencana di lingkungan sekitar.

Kemudian, pahami juga risiko yang mungkin ditimbulkan.

Selanjutnya, tingkatkan juga budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari.

​Ega mengingatkan bahwa urusan keselamatan bukan hanya beban pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif.

“Karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Mari sukseskan HKB 2026. Siap untuk selamat!” tutupnya dengan semangat “Salam Tangguh”.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *