Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menabuh genderang program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Ciamis tahun 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, menegaskan bahwa data bukan lagi sekadar angka, melainkan “senjata” utama untuk membangun desa.
Peresmian program inovatif ini berlangsung di Aula Kantor BPS Ciamis, Rabu (8/4/2026).
Andang membuka langsung kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat teras, mulai dari Kepala BPS Ciamis, jajaran Kepala Dinas (Kominfo, DPMD, KB, Bapperida), Rektor Universitas Galuh, hingga para camat dan kepala desa.
Dalam arahannya, Andang menekankan bahwa era kebijakan berdasarkan “perasaan” sudah berakhir.
Saat ini, desa sebagai garda terdepan pembangunan wajib memiliki data yang akurat dan valid.
”Desa sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menghadirkan data yang akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Andang di hadapan para peserta.
Menurutnya, di tengah gempuran teknologi, aparatur desa tidak boleh gagap informasi. Program Desa Cantik ini hadir untuk memoles literasi statistik di tingkat akar rumput.
Tujuannya jelas: mencetak agen-agen statistik desa yang mampu mengelola data secara mandiri agar setiap kebijakan tepat sasaran.
Program Desa Cantik Ciamis 3 Desa Jadi Pelopor
Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen tiga desa yang didapuk menjadi pilot project Desa Cantik 2026. Ketiga desa tersebut adalah:
Desa Medanglayang (Kecamatan Panumbangan)
Sirnabaya (Kecamatan Rajadesa)
Jalatrang (Kecamatan Cipaku)
Andang pun mewanti-wanti para kepala desa agar tidak menganggap urusan data sebagai beban administratif belaka.
Sebaliknya, data merupakan alat strategis untuk “menjemput” anggaran dan memetakan potensi lokal.
”Mari kita bangun budaya berbasis data mulai dari desa. Desa yang mandiri adalah desa yang tahu arah pembangunannya berdasarkan data yang mereka olah sendiri,” tambahnya.
Senada dengan Sekda, Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Lukman, menjelaskan bahwa Desa Cantik merupakan pengejawantahan dari Asta Cita Presiden RI poin ke-6, yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi.
Lanjut Lukman, program ini akan bergulir mulai April hingga Juli 2026. Selama periode tersebut, perangkat desa akan mendapatkan suntikan ilmu mengenai pengelolaan data sektoral, penguatan literasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
”Tiga desa yang kita canangkan hari ini adalah penerus estafet dari desa-desa hebat sebelumnya sejak 2021. Mereka akan menjadi pelopor desa berbasis data selanjutnya di Ciamis,” pungkas Lukman optimis.


















