banner 728x250
News  

Momentum Halalbihalal PGRI, Bupati Ciamis Minta Maaf Belum Maksimal Bangun Sarpras Pendidikan

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkap kondisi memprihatinkan terkait keuangan daerah saat menghadiri acara Halalbihalal PGRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis di Aula STIKES Muhammadiyah Ciamis, Selasa (7/4/2026).

Di hadapan ribuan tenaga pendidik, Herdiat memaparkan bahwa APBD Ciamis tengah mengalami defisit tajam.

banner 325x300

​”Kondisi APBD kita saat ini sangat minim. Jika lima atau enam tahun lalu APBD kita menyentuh angka Rp 3,1 triliun, sekarang merosot tajam ke angka Rp 2,3 triliun. Artinya, kita kekurangan hampir Rp 800 miliar,” ujar Herdiat dengan nada prihatin.

​Darurat Infrastruktur Pendidikan

​Keterbatasan anggaran ini berdampak langsung pada sektor pendidikan.

Herdiat menyebut, saat ini terdapat 33 sekolah di Kabupaten Ciamis yang kondisinya sudah tidak layak pakai, bahkan roboh.

Salah satu yang sempat viral adalah kondisi SMP di Banjarsari.

​Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bukan tidak tahu atau menutup mata terhadap kerusakan tersebut.

Namun, kemampuan finansial daerah memang tidak mencukupi untuk melakukan renovasi secara instan.

​”Bukan tidak tahu, bukan pura-pura tidak tahu. Lain teu apal, lain teu naho, apal naho (Bukan tidak hafal, bukan tidak tahu, tahu betul). Tapi memang kita betul-betul tidak mampu jika mengandalkan anggaran yang ada sekarang,” tegasnya.

​Tempuh Jalur Pinjaman Daerah

​Demi menyelamatkan sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, Herdiat mengambil langkah berani dengan melakukan pinjaman daerah.

Ia menargetkan pinjaman berdurasi empat tahun tersebut harus lunas sebelum masa jabatannya berakhir.

​”Insyaallah tahun ini kita mengadakan pinjaman. Kalau tidak begini, kita tidak bisa apa-apa. Ini demi memperbaiki sekolah, Puskesmas, hingga pasar yang sudah bertahun-tahun tidak berfungsi,” tambah Herdiat.

​Pesan Halalbihalal PGRI Ciamis untuk Guru: Jadi Agent of Change

​Selain menyoroti masalah infrastruktur, Bupati juga menitipkan pesan mendalam kepada para guru anggota PGRI.

Ia meminta para pendidik menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu beradaptasi dengan era digitalisasi.

​Herdiat merasa khawatir dengan tren kenaikan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan serta anak.

Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 83 kasus yang terjadi di Ciamis.

​”Saya berharap Bapak dan Ibu menjadi suri teladan. Jangan sampai kasus pelecehan justru terjadi di lingkungan pendidikan. Kita punya tanggung jawab moral menjaga anak-anak kita. Kalau gurunya tidak benar, ya anak-anaknya juga pasti tidak benar,” tuturnya.

​Menuju Indonesia Emas 2045

​Di akhir sambutannya, Herdiat mengajak seluruh warga pendidikan untuk membuang ego sektoral.

Ia meminta tidak ada lagi jarak atau “gap” antara guru TK, SD, SMP, maupun SMA, karena semuanya mendidik warga Ciamis yang sama.

​”20 tahun menuju Indonesia Emas 2045 itu tidak lama. Kita harus kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kesehatan jalan sendiri, pendidikan jalan sendiri, itu tidak akan sampai. Kita harus satu visi untuk menciptakan murid yang berkualitas,” pungkasnya.

​Herdiat pun menyemangati para anggota PGRI agar tetap solid menjaga marwah organisasi di tengah keterbatasan ekonomi yang melanda Kabupaten Ciamis.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *