banner 728x250

Kapolda Jabar Jadi Doktor, Tulis Fenomena Polisi yang Bertugas di Tanah Konflik Mesuji

banner 120x600
banner 468x60

Bandung, kondusif.inewsciamis.com/Kapolda Jabar Jadi Doktor,- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan resmi meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga setelah mempertahankan disertasi berjudul “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik”, Senin (3/11/2025).

Dalam sidang terbuka itu, Irjen Rudi tampil percaya diri di hadapan para penguji.

banner 325x300

Ia memaparkan secara mendalam bagaimana menjadi polisi profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas di tengah masyarakat yang penuh kekerasan dan ketegangan sosial.

Menurutnya, Mesuji bukan sekadar nama daerah di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan.

Lebih dari itu, Mesuji adalah ruang kehidupan tempat konflik agraria, trauma sejarah, dan pergulatan identitas sosial saling berkelindan.

Menelusuri Pengalaman Polisi di Daerah

Irjen Rudi menelusuri pengalaman polisi di daerah tersebut melalui pendekatan fenomenologi Edmund Husserl.

Ia tidak hanya memandang profesi polisi secara institusional, tetapi juga sebagai individu yang mengalami dunia hidupnya dalam situasi sosial yang kompleks.

“Lebenswelt atau dunia kehidupan, adalah pengalaman sehari-hari yang kita terima apa adanya. Konsep ini penting untuk memahami bagaimana polisi menjalani realitasnya di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan fenomenologi berarti kembali pada hal-hal itu sendiri back to the things themselves.

Polisi di Mesuji juga harus dipahami melalui pengalaman otentik mereka tanpa prasangka sosiologis atau psikologis.

“Bagi polisi di Mesuji, dunia hidup bukan hanya tentang aturan dan hierarki. Setiap hari mereka berhadapan dengan masyarakat yang kadang memandang polisi sebagai simbol kekuasaan yang jauh dan dingin,” ucapnya.

Dalam disertasinya, Irjen Rudi juga mengungkap dilema besar yang dihadapi polisi di wilayah konflik.

Di satu sisi, mereka adalah penegak hukum dan simbol negara.

Namun di sisi lain, mereka adalah individu yang bergulat dengan rasa takut, sepi, dan keterbatasan.

“Kesadaran polisi di Mesuji tumbuh di tengah masyarakat yang terbelah secara sosial. Mereka menghadapi perebutan lahan, premanisme, jaringan narkoba, serta minimnya sarana pendukung,” jelasnya.

Irjen Rudi juga menekankan bahwa identitas polisi bukan sesuatu yang statis.

Dalam perspektif fenomenologi, identitas terbentuk dan berubah melalui pengalaman serta refleksi diri.

“Identitas polisi di Mesuji lahir dari ambiguitas. Mereka ingin melayani, namun sering ditolak atau dicurigai. Di sanalah muncul pergulatan batin antara panggilan moral dan tekanan struktural,” katanya.

Menurutnya, di tengah kesunyian Mesuji yang terpencil, makna menjadi polisi tidak lagi sekadar seragam atau pangkat.

Ia berubah menjadi tanggung jawab moral dan kesadaran diri yang mendalam.

“Dalam diam itu, seorang polisi belajar bahwa tugas bukan sekadar kewajiban. Tugas justru menguji siapa dirinya sebenarnya,” tutur Irjen Rudi.

Polda Jabar Bahas Identitas Polisi Mesuji

Ia menjelaskan, identitas profesional polisi dibentuk oleh aturan dan etika institusi.

Namun di Mesuji, semua norma itu harus diterjemahkan secara kontekstual agar tetap relevan dan manusiawi.

Sementara itu, identitas sosial polisi di Mesuji tumbuh di tengah hubungan penuh ketegangan dengan masyarakat.

Polisi juga kerap dipersepsikan ambigu kadang pelindung, kadang perpanjangan tangan kekuasaan luar.

“Ketika seorang polisi menghadapi warga asli Mesuji yang menggantungkan hidup pada tanah yang dianggap milik negara, ia sesungguhnya sedang berhadapan dengan dirinya sendiri,” ujar Rudi.

Dalam situasi itu, lanjutnya, tampak wajah paling jujur dari realitas sosial Indonesia: ketimpangan, alienasi, dan perjuangan mencari legitimasi moral di tengah konflik panjang.

Melalui disertasinya, Kapolda Jabar ingin mengingatkan bahwa menjadi polisi bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal kemanusiaan.

Polisi juga, katanya, adalah bagian dari masyarakat yang juga merasakan luka dan harapan yang sama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *