banner 728x250
News  

Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba Senilai Rp29 Triliun

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/,- Lapangan Bhayangkara, Jakarta, mendadak dipenuhi asap putih dari alat pemusnah incinerator yang beroperasi penuh pada Rabu (29/10/2025). Di tengah barisan pejabat negara, Presiden Prabowo Subianto berdiri tegas menyaksikan pemusnahan lebih dari 214 ton narkoba hasil sitaan selama setahun pemerintahan.

Langkah ini menjadi simbol perang total terhadap narkoba, sekaligus sinyal keras bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi sindikat perusak bangsa itu.

banner 325x300

Pemusnahan Narkoba Prabowo, Komitmen Nyata Pemerintah

Sejak awal masa jabatannya, Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah isu pertahanan nasional, bukan sekadar urusan hukum.

Karena itu, ia turun langsung menyaksikan proses pemusnahan barang bukti yang nilainya ditaksir mencapai Rp29,37 triliun.

Sebelum dimusnahkan, tim Puslabfor Polri lebih dulu melakukan verifikasi dan pengujian laboratorium.

Setelah dinyatakan sah, Presiden menekan tombol simbolik, menandai dimulainya proses pemusnahan di hadapan ribuan personel Polri dan tamu undangan.

Pesan Tegas untuk Bangsa

Dalam pidatonya, Prabowo berbicara lantang.

Ia menyebut narkoba sebagai “musuh tak terlihat yang merusak masa depan bangsa dari dalam.” Ancaman itu, katanya, sama berbahayanya dengan ancaman militer.

“Kita tidak boleh lengah. Ancaman narkoba ini menghancurkan tanpa suara, merusak generasi muda, dan melemahkan pertahanan bangsa,” tegasnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Polri, yang disebutnya bekerja tanpa lelah menekan peredaran barang haram tersebut hingga ke pelosok daerah.

Polri Gunakan Strategi Hulu-Hilir

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa hasil pemusnahan tersebut merupakan puncak dari operasi terpadu selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.

Menurutnya, Polri kini menerapkan pendekatan “hulu ke hilir” mulai dari pencegahan di tingkat masyarakat, pengawasan jalur distribusi, hingga penindakan tegas terhadap jaringan internasional.

“Pendekatan komprehensif ini memastikan perang melawan narkoba tidak berhenti di penangkapan. Kami ingin memutus rantai peredarannya sampai akar,” ujar Kapolri.

Berkat operasi masif ini, lebih dari 629 juta jiwa dinilai terselamatkan dari bahaya narkoba yang mematikan.

Sejumlah pejabat tinggi negara juga turut hadir, di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta para menteri dan kepala badan.

Mereka kompak menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Presiden dan Polri.

Momen di Lapangan Bhayangkara juga tidak sekadar seremoni, tetapi penegasan arah baru pemerintahan Prabowo bahwa perang terhadap narkoba kini menjadi bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa.

Sumber : BPMI Setpres

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *