CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/- Hujan gerimis disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pamarican dan sekitarnya pada Jumat (24/10/2025) siang menimbulkan kepanikan warga.
Sebatang pohon kelapa roboh menimpa rumah milik Jaliludin (35) di Dusun Citalem, RT 17, RW 06, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Pohon kelapa setinggi 12 meter dengan diameter mencapai 60 sentimeter tumbang dan menghantam bagian kamar rumah korban.
Suara dentuman keras sempat membuat warga sekitar keluar rumah untuk memastikan keadaan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya tengah bekerja di luar.
Namun, kerusakan cukup parah dialami pada bagian atap dan dinding kamar, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp10 juta.
FK Tagana Ciamis Bergerak Cepat
Mengetahui peristiwa itu, anggota Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi, bersama pihak Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung bergerak ke lokasi.
Mereka melakukan penanganan cepat, termasuk asesmen kondisi rumah dan pembersihan material pohon kelapa yang menimpa bangunan.
“Kami bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Proses pembersihan puing dan pemotongan batang pohon langsung kami lakukan agar area kembali aman,” ujar Baehaki.
Ia menjelaskan, intensitas hujan yang meningkat disertai hembusan angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya pohon kelapa tersebut.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Ciamis belakangan ini patut diwaspadai oleh seluruh warga.
Baehaki juga mengimbau masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, curah hujan tinggi disertai angin berpotensi menimbulkan bencana seperti pohon tumbang, banjir, maupun tanah longsor di beberapa titik rawan.
“Kami minta warga jangan abai. Jika melihat pohon besar di sekitar rumah yang berpotensi tumbang, sebaiknya segera dilaporkan atau ditebang sebelum menimbulkan bahaya,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, maupun relawan bencana setempat jika terjadi kejadian serupa.
Penanganan cepat dan koordinasi lintas pihak dinilai menjadi kunci untuk meminimalisir kerugian dan menjaga keselamatan warga.


















