banner 728x250
News  

SPPG Pawindan Akui Ada Kelalaian Teknis, Tarik Semua Makanan Demi Keamanan Siswa

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/— Isu terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 dan SMPN 3 Ciamis yang tidak dimakan karena diduga berbau, mendapat tanggapan resmi dari pihak pengelola program, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buni Rasa Pawindan.

Melalui Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Buni Rasa, Doni, pihaknya membenarkan adanya penarikan ratusan paket menu setelah mendapat laporan dari pihak sekolah pada Selasa (14/10/2025).

banner 325x300

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan pencegahan dini agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa penerima manfaat.

“Begitu kami menerima laporan dari pihak sekolah bahwa ada menu ayam sewir yang tercium bau, kami langsung instruksikan agar makanan tersebut tidak dibagikan. Tim kami segera turun ke lapangan untuk menarik semua menu sebelum sempat dikonsumsi,” tegas Doni saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/10/2025).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim dapur dan tim gizi.

Seluruh bahan baku dan proses pengolahan dinyatakan layak serta memenuhi standar higienitas.

SPPG Buni Rasa Pawindan Akui ada Kesalahan Teknik Memasak

Namun, ditemukan adanya perbedaan teknik pemasakan di lapangan yang menjadi penyebab timbulnya aroma tidak sedap pada sebagian kecil menu ayam sewir.

“Dalam SOP kami, semua ayam seharusnya direbus, dibumbui, dan digoreng agar lebih tahan lama. Tapi di lapangan, ada sebagian yang hanya direbus dan dibumbui tanpa proses penggorengan. Nah, di situlah titik kelalaian teknis yang menyebabkan munculnya bau,” jelasnya.

Doni menambahkan bahwa tidak semua menu ayam sewir berbau, dan sebagian besar masih dalam kondisi baik.

Meski demikian, pihaknya memutuskan menarik seluruh paket sebagai langkah antisipasi.

Serta bentuk tanggung jawab terhadap penerima manfaat program.

“Untuk menjaga kepercayaan publik dan keamanan siswa, semua menu kami tarik. Kami juga langsung menyiapkan penggantian dengan menu kering yang lebih aman dan tahan lama,” ujarnya.

Sedang Mengikuti Rakornas Saat Kejadian

Lebih jauh, Doni menyampaikan bahwa pada hari kejadian, sebagian pengurus dan tim dapur baru saja kembali dari Rakor Nasional bersama BGN di Bogor bersama para pelaksana MBG dari tiga provinsi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh bupati, wali kota, dan gubernur, serta rencananya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Presiden berhalangan hadir karena sedang menjalankan misi perdamaian dunia di Mesir.

“Meski dalam kondisi baru selesai kegiatan besar, kami tetap tanggap dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan sekolah. Kami berterima kasih kepada pihak SMPN 2 dan SMPN 3 Ciamis atas koordinasinya yang baik. Pengawasan dari pihak sekolah justru memperkuat sistem kendali mutu kami,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, SPPG Pawindan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP dapur dan sistem kontrol mutu.

Termasuk memperketat pemeriksaan bahan baku, suhu pemasakan, serta rantai distribusi makanan.

“Kami akan perketat standar pengolahan, terutama untuk menu berbahan daging ayam. Setiap dapur akan mendapat supervisi langsung sebelum dan sesudah pengiriman agar tidak ada lagi kesalahan teknis sekecil apa pun,” tutur Doni.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya siap menerima masukan dari publik maupun sekolah.

Tujuannya agar program MBG tetap berjalan optimal dan dipercaya masyarakat.

“Kami tidak menutup diri terhadap kritik. Justru ini jadi bahan evaluasi penting agar kualitas makanan yang diterima anak-anak selalu aman, sehat, dan bergizi,” pungkas Doni.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *