banner 728x250
News  

Ramai Tagar #BoikotTrans7, Tayangan “Xpose Uncensored” Dinilai Lecehkan Kyai

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/,- Polemik meletus di media sosial usai tayangan program “Xpose Uncensored” Trans7 pada 13 Oktober 2025 memuat cuplikan video yang dinilai publik tendensius terhadap kehidupan pesantren, kyai, dan santri. Tagar Boikot Trans7 pun ramai menggema di berbagai platform, terutama di kalangan masyarakat pesantren.

Klip Video Dinilai Beropini dan Merendahkan Santri

Dalam tayangan tersebut, sejumlah cuplikan memperlihatkan santri yang harus jongkok untuk mendapatkan minum, hingga narasi tentang sarung mahal kyai, mobil mewah, dan santri yang “ngesot” memberikan amplop.

banner 325x300

Potongan-potongan itu dianggap mengandung framing negatif serta tidak memahami makna filosofi kehidupan pesantren.

“Santri jalan ngesot bukan penghinaan, tapi bentuk takzim dan hormat kepada guru. Tayangan itu jelas gagal memahami nilai adab,” tulis salah satu warganet di kolom komentar akun resmi Trans7.

Gelombang Kritik dan Kecaman Publik

Himpunan Santri Alumni Lirboyo se-Jabodetabek menjadi pihak pertama yang menyatakan sikap.

Mereka menilai tayangan Trans7 telah merendahkan martabat pesantren Lirboyo dan para pengasuhnya.

“Trans7 telah meremehkan kyai, santri, dan pesantren, khususnya Lirboyo. Kami menuntut permintaan maaf terbuka,” tegas pernyataan resmi mereka yang beredar di media sosial.

Selain itu, mereka juga mendesak Trans7 untuk

1. Men-takedown seluruh tayangan dan potongan video yang dianggap melecehkan pesantren.

2. Menayangkan program edukatif tentang pesantren, kyai, dan santri secara utuh, tanpa potongan, agar publik memahami sumbangsih besar pesantren terhadap bangsa.

3. Menyampaikan permintaan maaf resmi di layar televisi, bukan hanya melalui unggahan di media sosial.

Apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka menyatakan akan menempuh langkah hukum, baik pidana maupun perdata.

Respons Trans7: Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Menanggapi gelombang kritik tersebut, pihak Trans7 akhirnya mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf resmi melalui akun Instagram pada Selasa (14/10/2025).

Dalam unggahan itu, Trans7 mengakui adanya kelalaian dan kurang ketelitian dalam proses penayangan, yang menyebabkan kerugian bagi Keluarga Besar Pondok Pesantren Lirboyo.

“Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada segenap Kyai, keluarga, pengasuh, santri, serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo,” tulis Trans7 dalam pernyataan resminya.

Pihak stasiun televisi juga menyebut telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gus Adib, salah satu putra KH. Anwar Mansyur, dan berjanji menyerahkan surat permohonan maaf resmi pada hari yang sama.

Warganet: “Jangan Cuma Minta Maaf di Instagram”

Namun, unggahan permintaan maaf itu justru memancing gelombang komentar baru.

Banyak warganet menilai pernyataan Trans7 belum cukup.

“Jangan cuma minta maaf, datang langsung ke pesantren!” tulis warganet.

Komentar lain menyuarakan desakan serupa:

“Permintaan maafnya tayangkan juga di TV dong!” tulis warganet lainnya.

Sementara warganet lainnya menegaskan, “Kawal sampai sowan!”

Kontroversi tayangan “Xpose Uncensored” ini menjadi pelajaran penting bagi media agar lebih sensitif dan memahami nilai-nilai keagamaan dan budaya pesantren sebelum menayangkan konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Pondok Pesantren Lirboyo maupun Himpunan Alumni masih menunggu langkah lanjutan dari Trans7, termasuk realisasi permintaan maaf secara terbuka di layar televisi nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *