banner 728x250

RS Fatmawati Torehkan Sejarah Baru, Transplantasi Hati Anak ke Ayah Berhasil

Operasi yang berlangsung pada 23 September 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati dan Seoul National University Hospital (SNUH) Korea Selatan, dipimpin oleh Prof. Kwang Woong Lee. Prosedur berlangsung lancar dan menunjukkan hasil klinis yang sangat baik.

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/— Dunia medis Indonesia kembali mencatat sejarah. RS Fatmawati Jakarta berhasil melaksanakan operasi transplantasi hati hidup (Living Donor Liver Transplantation/LDLT) dari seorang anak kepada ayahnya yang menderita sirosis hati. Keberhasilan ini menjadi bukti kemajuan signifikan dalam layanan transplantasi di dalam negeri.

Operasi yang berlangsung pada 23 September 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati dan Seoul National University Hospital (SNUH) Korea Selatan, dipimpin oleh Prof. Kwang Woong Lee.

banner 325x300

Prosedur berlangsung lancar dan menunjukkan hasil klinis yang sangat baik.

“Operasi berjalan sukses, dan kondisi pasien terus membaik. Fungsi hati mulai pulih, kesadaran sudah normal, serta hasil laboratorium menunjukkan perbaikan signifikan,” ujar dr. Nikko Darnindro, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Fatmawati.

Pasien berusia 58 tahun tersebut sebelumnya menderita sirosis akibat infeksi Hepatitis B kronis dan telah berulang kali dirawat karena komplikasi berat.

Dalam situasi kritis, anak kandungnya, Pertiwi, dengan penuh keberanian mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah.

Sebanyak 70 persen organ hati Pertiwi diambil untuk dicangkokkan ke tubuh sang ayah.

Dalam waktu sekitar enam bulan, hati sang anak akan tumbuh kembali seperti semula sebuah keajaiban biologis yang menjadi dasar optimisme dunia medis modern.

Didukung BPJS, Tanpa Beban Biaya Tinggi

Salah satu aspek penting dari keberhasilan ini adalah bahwa seluruh pembiayaan operasi ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak terbebani biaya tinggi yang biasanya mencapai miliaran rupiah jika dilakukan di luar negeri.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan sistem jaminan kesehatan nasional, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan medis kompleks tanpa harus ke luar negeri,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Tonggak Baru Medis Nasional

Menkes Budi menegaskan, transplantasi hati merupakan salah satu indikator kemampuan tertinggi layanan rumah sakit.

Karena itu, keberanian RS Fatmawati melangkah menjadi pelopor patut diapresiasi.

“Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tetapi rumah sakit kita belum berani melakukan transplantasi. Saya minta RS Fatmawati menjadi contoh. Dan hari ini, mereka berhasil,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat keberhasilan transplantasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

“Di sini tingkat kematiannya masih 60 persen, sedangkan di Korea hanya 10 persen. Karena itu kita harus terus belajar dan memperkuat kemampuan tenaga medis kita,” tegas Menkes.

Langkah Menuju Kemandirian Medis Indonesia

Keberhasilan ini bukan hanya penyelamatan satu nyawa, tetapi juga simbol kemandirian layanan kesehatan Indonesia.

Menkes berharap RS Fatmawati menjadi pusat rujukan transplantasi hati nasional dan berbagi pengalaman ke rumah sakit lain.

“Saya ingin keberhasilan ini menjadi momentum. RS Fatmawati harus terus melakukan operasi serupa dan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain,” ujar Budi.

 

Sumber : (Kemenkes RI) 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *