banner 728x250
News  

Pemerintah Genjot Hilirisasi Pertanian, Dorong Nilai Tambah dan Lapangan Kerja Baru

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/— Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat.

Langkah ini ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

banner 325x300

Menurut Amran, Indonesia harus memastikan bahwa seluruh proses peningkatan nilai tambah produk pertanian dilakukan di dalam negeri.

“Added value-nya harus ada di Indonesia. Kalau kita lakukan terus-menerus, hasilnya luar biasa: membuka lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Hilirisasi Komoditas Kelapa

Amran menjelaskan, hilirisasi komoditas kelapa memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

Produk turunan dari kelapa dalam, seperti coconut milk dan virgin coconut oil (VCO), memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

“Harga VCO bisa naik hingga 100 kali lipat. Jika dihitung rata-rata, potensi yang dihasilkan mencapai Rp2.400 triliun. Bahkan kalau separuhnya saja terealisasi, bisa menghasilkan devisa sekitar Rp1.200 triliun. Dan itu baru dari kelapa,” ungkapnya optimistis.

Selain kelapa, pemerintah juga menyiapkan hilirisasi komoditas gambir. Indonesia diketahui memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia.

Produk turunannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan tinta pemilu hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.

Langkah serupa juga diterapkan pada komoditas sawit, di mana tandan buah segar (TBS) akan diolah menjadi berbagai produk seperti biofuel, minyak goreng, margarin, hingga mentega.

“Sekarang kami sedang melakukan akselerasi hilirisasi untuk kakao, mente, kelapa dalam, lada, dan komoditas lainnya. Khusus kelapa dalam, datanya meningkat signifikan. Tahun lalu produksinya 29 juta ton, sekarang sudah mencapai 33 juta ton,” jelas Amran.

Tidak hanya fokus pada hilirisasi, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui optimalisasi anggaran sebesar Rp9,95 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sektor perkebunan dan hortikultura di seluruh Indonesia.

“Kita akan berikan benih dan bibit gratis untuk petani di seluruh Indonesia. Komoditasnya meliputi kakao, kopi, kelapa dalam, mente, hingga pala. Totalnya sekitar 800 ribu hektare lahan akan kita garap. Program ini diperkirakan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 1,6 juta orang dalam waktu dua tahun,” pungkas Amran.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *