Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis mencatat bahwa penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya hingga akhir September 2025 didominasi oleh kelompok usia produktif. Data ini menunjukkan bahwa ancaman DBD tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga masyarakat aktif yang beraktivitas di luar rumah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Edis Herdis, menjelaskan bahwa berdasarkan data per 30 September 2025.
Total kasus DBD mencapai 588 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis.
“Dari total itu, penderita laki-laki sebanyak 300 kasus dengan dua kematian, sedangkan perempuan sebanyak 288 kasus dengan satu kematian,” ungkap Edis Herdis, Rabu (8/10/2025), di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.
Penderita DBD Ciamis Usia Produktif
Berdasarkan kelompok usia, penderita DBD terbanyak berasal dari kelompok usia 15–44 tahun dengan total 280 kasus.
Disusul kelompok usia di atas 44 tahun sebanyak 170 kasus, kemudian kelompok 5–14 tahun sebanyak 101 kasus, 1–4 tahun sebanyak 30 kasus, dan bayi di bawah 1 tahun sebanyak 7 kasus.
“Kelompok usia produktif paling banyak terjangkit karena tingkat mobilitas dan aktivitasnya tinggi. Mereka sering bekerja atau bepergian ke luar daerah, sehingga potensi terpapar virus dengue lebih besar,” jelas Edis.
Data ini sekaligus menjadi peringatan bahwa DBD bukan hanya penyakit musiman yang menyerang anak-anak, tetapi juga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Aktivitas Luar Rumah Jadi Faktor Risiko
Edis menambahkan, sebagian besar penderita DBD di usia produktif kemungkinan besar terinfeksi akibat aktivitas harian di luar rumah.
Seperti di tempat kerja, sekolah, atau area dengan kepadatan penduduk tinggi.
“Ada kemungkinan seseorang tertular di luar daerah jika aktivitas hariannya di luar wilayah Ciamis. Begitu juga sebaliknya, warga dari luar yang beraktivitas di Ciamis bisa membawa risiko penularan,” katanya.
Oleh sebab itu, ia menegaskan pentingnya upaya pencegahan tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi juga di tempat kerja, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada
Dengan tren kasus yang masih fluktuatif, Dinas Kesehatan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.
“Kami minta masyarakat tetap waspada dan konsisten menjaga lingkungan. DBD bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang terlihat sehat dan aktif,” ujar Edis menutup wawancara.


















