banner 728x250

Kasus DBD di Ciamis Turun Tajam, Dinkes Sebut Tahun 2025 Lebih Terkendali

banner 120x600
banner 468x60

CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/Data DBD Ciamis 2025,- Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga akhir September 2025, jumlah kasus DBD tercatat 588 kasus dengan tiga kematian, jauh menurun dibanding periode yang sama tahun 2024.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, menyampaikan bahwa tren penurunan kasus sudah terlihat sejak awal tahun.

banner 325x300

Ia menegaskan bahwa kondisi 2025 ini relatif terkendali dibanding tahun sebelumnya yang sempat melonjak tajam.

“Berdasarkan data hingga 30 September 2025, total kasus DBD tercatat 588 kasus dengan tiga kasus meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 pada periode yang sama, angka ini menunjukkan tren penurunan cukup signifikan,” ujar Edis Herdis saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Ciamis, Rabu (8/10/2025).

Menurutnya, pada Februari 2024 sempat tercatat 151 kasus, sedangkan Februari 2025 hanya 86 kasus dengan satu kematian.

Begitu pula Maret dan April 2025 yang masing-masing mencatat 67 dan 56 kasus.

Jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 231 dan 236 kasus.

“Secara umum, dari Februari hingga Juli 2025 tren kasus menurun stabil. Pada Juli 2024 ada 119 kasus, sementara Juli 2025 hanya 56 kasus,” tambahnya.

2025 Kasus DBD Tergolong Rendah

Meski sempat terjadi sedikit kenaikan pada Agustus dan September 2025, Edis memastikan jumlah kasus masih tergolong rendah.

Pada Agustus tercatat 62 kasus dengan satu kematian, dan September 54 kasus dengan satu kematian.

Ia menilai penurunan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta respon cepat lintas sektor dalam menekan penyebaran DBD.

Dinkes bersama Forkopimcam, pemerintah desa, dan kader kesehatan terus menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta 3M Plus di lingkungan masyarakat.

“Artinya, jika kita bandingkan dengan 2024, tahun 2025 ini menunjukkan penurunan signifikan dan kondisi relatif terkendali,” tegasnya.

Selain aksi PSN, sosialisasi juga dilakukan secara masif melalui puskesmas, sekolah, dan media lokal.

Agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi, serta menutup tempat penampungan air.

Edis Herdis menegaskan, meskipun tren menurun, kewaspadaan tetap harus dijaga menjelang musim hujan yang biasanya menjadi periode rawan peningkatan kasus.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan melaksanakan 3M Plus secara rutin. Jangan lengah karena nyamuk Aedes aegypti tetap bisa berkembang di lingkungan yang tampak bersih sekalipun,” ujarnya menutup.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *