Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– HOT Mak Nyus Pemkab Ciamis,- Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berinovasi untuk meningkatkan kesadaran pajak masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan program HOT Mak Nyus Berhadiah yang menjadi bagian dari agenda besar Galuh Go Digital.
Kepala Bapenda Ciamis, Dr. Aef Saefuloh, melalui Sekretaris Bapenda Angga Gustiana Yusman, menjelaskan bahwa program HOT Mak Nyus merupakan strategi baru dalam optimalisasi pajak daerah.
Tidak hanya mengedepankan digitalisasi, program ini juga memberikan penghargaan bagi masyarakat melalui sistem reward.
“Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pajak daerah dengan mengedepankan pemberian reward. Harapannya bisa mendorong kesadaran masyarakat sekaligus memberi manfaat langsung dari pajak yang dibayarkan,” ujar Angga saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).
Digitalisasi Pajak dan Apresiasi Konsumen
Angga menjelaskan, program HOT Mak Nyus menyasar sektor makanan dan minuman, hotel, serta hiburan.
Kemudian, setiap konsumen yang bertransaksi dan menerima struk dengan pajak 10 persen dapat mengunggahnya ke https://s.id/hotmaknyus
Struk-struk tersebut kemudian diundi dengan hadiah berupa puluhan unit smartphone.
Menurut Angga, pendekatan ini memberi apresiasi kepada dua sisi sekaligus.
Di satu sisi, wajib pajak diberi kesempatan untuk taat. Di sisi lain, konsumen juga mendapat penghargaan karena telah berkontribusi pada penerimaan daerah.
“Kita tidak membatasi jumlah unggahan. Semakin banyak struk yang di-upload, semakin besar peluang mendapatkan hadiah,” jelasnya.
Didukung BI dan BJB, Jadi Program Tahunan
Program HOT Mak Nyus mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) dan Bank BJB sehingga tidak membebani APBD.
Hingga pertengahan September, sudah ratusan struk diunggah masyarakat sejak program resmi dibuka.
Bapenda Ciamis juga aktif melakukan sosialisasi, baik lewat media sosial maupun kegiatan di lapangan. Rencananya, program ini akan terus berlanjut setiap tahun.
Jika pada 2025 baru dimulai pertengahan September, rencananya pada 2026 program akan digelar lebih panjang, yakni Februari hingga November, dengan pengundian pada Desember.
“Dengan adanya program berbasis digital ini, kami berharap pajak daerah semakin optimal, transparan, dan lebih dekat dengan masyarakat,” pungkas Angga.


















