banner 728x250

Kenapa Mahasiswa Demo Anarkis Dibebaskan? Ini Penjelasan Kapolda Jabar

banner 120x600
banner 468x60

Bandung,kondusif.inewsciamis.com/,Mahasiswa Demo Anarkis,– Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengambil langkah humanis dengan membebaskan sejumlah mahasiswa yang sempat diamankan akibat aksi unjuk rasa berujung anarkis.

Kebijakan ini diambil setelah melalui pertimbangan hukum dan sosial yang matang, serta memperhatikan masa depan para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

banner 325x300

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan keputusan tersebut merupakan wujud pendekatan persuasif dan edukatif dibanding tindakan represif.

“Kapolda Jabar mempertimbangkan banyak hal, termasuk fakta bahwa mereka masih berstatus mahasiswa, memiliki potensi besar, dan bisa dibina untuk kembali ke jalur yang benar,” ujar Hendra, Jumat (5/9/2025).

Dukungan Orang Tua dan Kampus

Pelepasan ini juga dipengaruhi permohonan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan universitas, orang tua, dan keluarga mahasiswa.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memberikan rekomendasi agar langkah tersebut ditempuh demi menjaga stabilitas dan ketertiban umum.

Selain itu, identitas para mahasiswa jelas dan mereka bersikap kooperatif.

“Mereka tidak berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Bahkan, mereka sudah menandatangani pernyataan tertulis tidak akan mengulangi perbuatan anarkis,” tambah Hendra.

Pertimbangan Masa Depan Mahasiswa Demo Anarkis Dibebaskan

Menurut Hendra, Kapolda Jabar menilai masa depan para mahasiswa adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan memberikan kesempatan kedua, mereka bisa melanjutkan pendidikan dan tetap berkontribusi positif bagi bangsa.

“Keputusan ini bukan berarti membiarkan pelanggaran hukum, melainkan menekankan pada pembinaan dan pencegahan agar kesalahan serupa tidak terulang,” tegasnya.

Data Penindakan

Selama periode 29 Agustus hingga 2 September 2025, Polda Jabar dan jajaran Polres mengamankan 727 orang terkait aksi unjuk rasa.

Dari jumlah tersebut, 670 orang menjalani pembinaan, sementara 57 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kebijakan Kapolda Jabar ini mencerminkan visi kepolisian modern yang mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif.

Langkah tersebut diharapkan mampu meredakan ketegangan, mencegah eskalasi konflik, serta menjaga kondusifitas wilayah Jawa Barat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *