banner 728x250
News  

10 Persen SD di Ciamis Rusak Berat, Revitalisasi Dilakukan Bertahap

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Kondisi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ciamis masih memprihatinkan. Dari total 743 SD negeri dan swasta, sekitar 10 persen mengalami kerusakan berat, sementara sebagian besar lainnya berada pada kategori rusak ringan hingga sedang.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Ciamis, Sigit Ginanjar, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat perbaikan sekolah tidak bisa dilakukan sekaligus.

banner 325x300

Karena itu, revitalisasi dilakukan bertahap setiap tahun sesuai dengan alokasi dana dari pusat.

“Mudah-mudahan tahun depan sekolah yang benar-benar paling rusak bisa mendapat alokasi. Kami mengusulkan, tapi yang menentukan pusat,” ujar Sigit saat ditemui di Kantor Disdik Ciamis, Rabu (3/9/2025).

SD Rusak Berat di Ciamis Diperbaiki Bertahap

Menurut Sigit, proses pengajuan bantuan revitalisasi sekolah ke pemerintah pusat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi paling mendesak.

Sekolah yang bangunannya sudah tidak layak pakai akan diprioritaskan dalam usulan.

“Kita di daerah hanya bisa mengusulkan. Keputusan ada di pusat. Jadi memang harus sabar karena bertahap,” katanya.

Disdik Ciamis sendiri terus melakukan pendataan kondisi sekolah secara menyeluruh untuk memastikan data akurat dalam setiap pengajuan.

Harapan Peningkatan Sarana Pendidikan

Revitalisasi sarana fisik sekolah diyakini akan membawa dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Ciamis.

Lingkungan belajar yang baik tidak hanya membuat siswa lebih nyaman, tetapi juga meningkatkan motivasi guru dalam mengajar.

“Kalau sekolahnya rusak, anak-anak tidak semangat. Kami berharap lewat revitalisasi bertahap ini, kualitas sarana belajar di Ciamis semakin membaik,” ucap Sigit.

Kendala Anggaran Daerah

Selain dana dari pusat, Pemkab Ciamis juga mengalokasikan sebagian APBD untuk perbaikan sekolah.

Namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak bisa menjangkau seluruh kebutuhan.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak maksimal. Jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya sekolah yang rusak,” kata Sigit.

Karena itu, peran pemerintah pusat dianggap sangat penting dalam mempercepat perbaikan sekolah di daerah.

Meski proses revitalisasi dilakukan bertahap, Disdik Ciamis berkomitmen terus mengawal setiap pembangunan.

Monitoring dilakukan agar anggaran benar-benar digunakan sesuai aturan.

“Yang paling penting, program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Pendidikan harus jadi prioritas,” tegas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menambahkan bahwa anggaran Revitalisasi tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan.

“Untuk revitalisasi itu bersumber dari anggaran kementrian pendidikan dasar dan menengah,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *