Mengapa Istilah Ini Penting dalam Dunia Jurnalistik?
kondusif.inewsciamis.com/,- Dalam penulisan berita, setiap kata memiliki makna dan tanggung jawab etis. Perbedaan dilansir dikutip, dan disadur sering muncul dalam berita daring maupun cetak, namun penggunaannya kerap kali bercampur atau bahkan keliru.
Padahal, dalam kaidah jurnalistik, ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Pemahaman yang tepat sangat penting, bukan hanya untuk wartawan profesional, tetapi juga bagi kontributor, blogger, dan penulis konten yang sering mengolah informasi dari sumber lain.
Pengertian “Dilansir” dalam Jurnalistik
Istilah dilansir berasal dari kata to launch atau to release yang berarti merilis atau menerbitkan.
Dalam jurnalistik, kata ini merujuk pada informasi yang dikeluarkan secara resmi oleh suatu media atau lembaga.
Contoh penggunaan:
“Dilansir dari Kompas.com, pemerintah menetapkan kebijakan baru mengenai tarif transportasi udara.”
Dalam kalimat tersebut, jelas bahwa informasi yang diambil berasal dari rilis resmi sebuah media.
Penggunaan kata “dilansir” biasanya dipakai saat wartawan mengambil berita dari media mainstream yang kredibel.
Pengertian “Dikutip” dalam Jurnalistik
Berbeda dengan dilansir, istilah dikutip merujuk pada pengambilan pernyataan langsung dari seseorang atau sebuah media tanpa mengubah kalimat aslinya.
Contoh penggunaan:
“Menteri Kesehatan dikutip mengatakan, ‘Masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan meskipun angka kasus menurun.’”
Dalam kasus ini, kata-kata yang dikutip harus sama persis dengan sumber aslinya, tanpa penambahan atau pengurangan.
Fungsi utama kutipan adalah menghadirkan otoritas narasumber ke dalam teks berita.
Pengertian “Disadur” dalam Jurnalistik
Istilah disadur digunakan ketika sebuah informasi diolah kembali dengan gaya bahasa baru, namun tetap mengacu pada sumber asli.
Berbeda dengan kutipan, penyaduran tidak menyalin kata demi kata, melainkan mengadaptasi isi dengan bahasa penulis sendiri.
Contoh penggunaan:
“Menurut laporan BBC yang disadur, kebijakan baru ini diharapkan mampu menekan angka inflasi di negara berkembang.”
Di sini, jurnalis tidak menyalin teks BBC secara langsung, tetapi mengambil inti informasinya dan menuliskannya kembali dengan gaya bahasa berbeda.
Perbedaan Dilansir, Dikutip, dan Disadur
Agar lebih jelas, berikut perbedaan:
Istilah Makna dalam Jurnalistik Contoh Penggunaan Aturan Utama
Dilansir Informasi resmi yang dirilis oleh media/instansi“Dilansir dari CNN Indonesia…” Menunjukkan asal media
Dikutip Mengambil ucapan atau teks persis dari sumber“Dikutip dari pidatonya, Presiden mengatakan…” Harus sama persis dengan sumber
Disadur Mengolah ulang informasi dengan gaya bahasa baru “Disadur dari The Guardian, kebijakan ini…” Tidak boleh mengubah substansi informasi
Etika Penggunaan dalam Kaidah Jurnalistik
Dalam praktik jurnalistik, ketiga istilah ini harus digunakan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan plagiarisme atau penyalahgunaan informasi. Beberapa etika penting:
1. Selalu mencantumkan sumber – baik media, lembaga, maupun narasumber individu.
2. Jangan mengubah makna – terutama dalam kutipan langsung.
3. Gunakan penyaduran dengan hati-hati – karena bisa menimbulkan multitafsir bila penulis tidak teliti.
4. Utamakan kredibilitas sumber – jangan menulis “dilansir” dari akun anonim atau sumber tidak jelas.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan
Banyak media dan penulis pemula sering mencampuradukkan istilah ini.
Misalnya, menulis “dilansir” padahal sebenarnya hanya menyalin kalimat persis dari sumber (yang seharusnya “dikutip”).
Atau menulis “disadur” tetapi hasilnya hampir sama dengan copy-paste, yang melanggar etika jurnalistik.
Kesalahan semacam ini bukan hanya menurunkan kualitas berita, tetapi juga bisa menimbulkan masalah hukum jika menyangkut hak cipta.
Perbedaan dilansir, dikutip, dan disadur dalam kaidah jurnalistik terletak pada cara pengambilan informasi.
“Dilansir” merujuk pada rilis resmi media atau lembaga, “dikutip” berarti menyalin langsung pernyataan atau teks, sedangkan “disadur” adalah pengolahan ulang informasi dengan bahasa baru tanpa mengubah substansi.
Dengan memahami perbedaan ini, penulis dan wartawan bisa lebih profesional dalam menyajikan berita, menjaga etika jurnalistik, dan tetap dipercaya oleh pembaca.








