Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Potret kelam kekerasan seksual di Kabupaten Ciamis kembali menjadi perhatian serius. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkap fakta mengejutkan bahwa korban tidak hanya perempuan tapi anak laki-laki.
Fakta tersebut disampaikan Herdiat saat menghadiri acara tasyakuran HUT ke-80 RI sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (20/8/2025).
Dalam forum silaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat itu, ia menegaskan bahwa fenomena ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius semua pihak.
“Anak kelas 5 SD hamil ada di beberapa tempat di Ciamis. Yang lebih menyedihkan, pelakunya bukan hanya satu orang. Kalau pelakunya banyak, siapa yang bisa bertanggung jawab?” ujar Herdiat dengan nada prihatin.
Tak Hanya Perempuan, Korban Juga Laki-laki
Selain kasus anak SD hamil, Bupati juga mengungkap adanya korban dari kalangan anak laki-laki.
Dalam salah satu kasus, korban pelecehan seksual mencapai lebih dari 10 orang anak laki-laki.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Kekerasan seksual tidak hanya menimpa anak perempuan, tapi juga anak laki-laki,” katanya.
Herdiat menilai, fenomena ini adalah darurat perlindungan anak di Ciamis.
Ia menegaskan bahwa penanganan tidak cukup hanya dilakukan aparat atau pemerintah.
Peran orang tua, guru, tokoh agama, hingga masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Kalau kasus ini tidak kita kendalikan bersama, lima sampai sepuluh tahun ke depan para korban bisa berubah menjadi predator baru. Karena trauma itu bisa menular, dan akhirnya mereka melakukan hal yang sama pada orang lain,” jelasnya.
Menurut data yang disampaikan Bupati, sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 50 kasus kekerasan seksual dan KDRT di Ciamis.
Dari jumlah itu, 43 kasus adalah pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. Herdiat menegaskan, jumlah sebenarnya bisa lebih besar karena tidak semua kasus terlapor.
“Angka ini hanyalah yang tercatat. Yang tidak tercatat bisa jadi lebih banyak. Artinya, situasi ini benar-benar darurat,” tambahnya.
Bupati Ciamis menutup pernyataannya dengan menyerukan sinergi semua elemen masyarakat.
“Kita ingin generasi Indonesia Emas 2045, tapi kalau anak-anak kita hari ini hancur akhlaknya, maka cita-cita itu akan sulit tercapai. Mari kita jaga bersama anak-anak kita,” pungkasnya.


















