Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Gubyag Balong Ciamis, Suasana meriah mewarnai perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Warga RW 01 menggelar kegiatan unik berupa Gubyag Balong, yaitu tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong di empang warga, Senin (18/8/2025).
Ketua RT 01 sekaligus panitia pelaksana, Deden Rusdiana, mengatakan kegiatan ini lahir dari inisiatif warga.
Dana sepenuhnya berasal dari hasil patungan masyarakat setempat.
“Ini murni swadaya warga. Dananya dari patungan, khusus untuk warga RW 01. Jadi selain permainan anak-anak, kita adakan gubyag ikan di empang,” jelas Deden.
Gubyag Balong Ciamis, Tradisi yang Membawa Keceriaan
Sekitar 70 kilogram ikan disebar di empang sebagai tantangan sekaligus hiburan bagi warga yang ikut serta.
Mereka yang berhasil menangkap ikan bisa membawa pulang hasil tangkapannya. Panitia juga menyiapkan hadiah berupa barang untuk peserta yang beruntung.
“Siapa saja boleh ikut, tapi hanya khusus untuk warga RW 01. Hadiahnya juga sudah disiapkan,” tambahnya.
Deden menyebut, kegiatan ini menjadi alternatif hiburan setelah beberapa perlombaan tingkat desa jarang lagi digelar.
Jika sebelumnya ada pertandingan sepak bola antar dusun, kini perayaan kemerdekaan lebih sederhana.
“Kalau dulu ada sepak bola dan perlombaan lain, sekarang agak berkurang. Harusnya kegiatan seperti itu digalakkan lagi,” ujarnya.
Warga Harap Kegiatan Terus Digalakkan
Menurut Deden, dukungan dari pemerintah desa hanya sebatas pelaksanaan upacara bendera di lapangan.
Untuk kegiatan hiburan, semua bergantung pada inisiatif dan semangat gotong royong warga.
“Kalau dibilang desa maju, tidak juga. Kalau mundur juga tidak. Rasanya jalan di tempat. Tapi harapan kami, warga bisa lebih antusias dalam memeriahkan 17 Agustus ke depan,” ungkapnya.
Dengan penuh semangat, Deden berharap kegiatan Gubyag Balong tetap menjadi agenda tahunan yang bisa mempererat kebersamaan antarwarga.
“Minimal warga bisa hadir, berkumpul, dan ikut memeriahkan. Jadi 17 Agustus tidak hanya upacara, tapi juga ada hiburan yang menyatukan masyarakat,” pungkasnya.


















