CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,– Sebanyak 84 peserta dari berbagai daerah mengikuti Ujian Hadasah Muadalah Ciamis yang digelar di Aula MAN 1 Ciamis, Rabu (13/8/2025). Ujian ini menjadi salah satu syarat penting untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, maupun perguruan tinggi di Arab Saudi.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Jl. K.H. Fadlil Yani No. 01, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Para peserta sebelumnya telah melewati seleksi ujian bahasa dan dinyatakan lulus minimal di level 4 dari total 7 level pembelajaran.
Penyetaraan Ijazah untuk Masuk Al-Azhar Kairo
Pimpinan Afwaja Center, Hj. Nurul Ulum, menjelaskan bahwa ujian ini merupakan tahap penyetaraan ijazah agar peserta dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Setelah lulus ujian bahasa di level 4, peserta berhak mengikuti ujian kedua ini. Dari 150 peserta yang ikut ujian bahasa tahap pertama, hanya satu hingga dua orang yang tidak lulus,” jelasnya.
Ia menambahkan, ujian Hadasah Muadalah terbuka untuk peserta dari berbagai lembaga yang berinduk pada penyelenggara.
Tidak hanya dari Ciamis. Peserta yang hadir juga datang dari luar daerah.
Peningkatan Jumlah Peserta Setiap Tahun
Nurul Ulum mengungkapkan, minat calon mahasiswa untuk kuliah di Al-Azhar Kairo terus meningkat.
“Tahun lalu kami memberangkatkan 300 orang, dan tahun ini sudah mencapai 700 orang. Harapan kami, semakin banyak yang bisa belajar di Al-Azhar Kairo Mesir, insyaallah akan kami permudah jalannya,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan ujian tahap kedua ini, peserta akan menunggu pengumuman kelulusan, pengurusan visa, dan pemberangkatan yang dijadwalkan pada September mendatang.
Digelar Beberapa Kali Setahun
Lebih lanjut, ujian Hadasah Muadalah rutin digelar beberapa kali dalam setahun untuk menyesuaikan kesiapan peserta.
“Kesiapan anak-anak berbeda-beda, sehingga kami membuka gelombang baru. Tahun ini saja sudah masuk gelombang keempat,” tutupnya.
Dengan pelaksanaan ujian ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang bisa melanjutkan studi ke Mesir dan Arab Saudi, membawa pulang ilmu agama sekaligus membangun jaringan pendidikan internasional.


















